Tip Finansial untuk Pernikahan di kemudian hari


Siapa pun yang memasuki suatu hubungan harus bergulat dengan cara pasangannya mengelola uang. Namun masalah tambahan dalam pernikahan yang matang adalah bahwa Anda masing-masing mungkin telah mengumpulkan aset yang signifikan Dan mengelola uang Anda secara mandiri selama bertahun-tahun.

Hal ini dapat membuat penggabungan keuangan menjadi sangat rumit, sehingga pasangan dapat memulai dengan pertanyaan paling mendasar: Bagaimana kita akan menggabungkan aset-aset kita—jika memang ada?

Anda mungkin mempertimbangkan untuk memisahkan investasi pribadi, dana pensiun, dan rekening bank yang Anda miliki sebelum menikah untuk tujuan hukum dan warisan. Namun Anda dapat membuka rekening bersama untuk biaya bersama seperti pembayaran hipotek, hiburan, dan pengeluaran sehari-hari lainnya yang Anda berdua kontribusikan.

Sistem ini dapat menjadi titik awal yang baik untuk mendiskusikan seberapa besar kontribusi masing-masing pasangan terhadap rumah tangga—terutama jika salah satu pasangan jauh lebih kaya dibandingkan pasangannya. Hal ini juga memberi Anda keleluasaan untuk menjalankan kebiasaan belanja Anda sendiri tanpa menyebabkan perselisihan dalam perkawinan dan untuk mendanai tujuan individu, seperti memberikan hadiah kepada anak-anak yang sudah dewasa.

Anda juga mungkin ingin mendiskusikan rencana pendapatan dan warisan Anda, nilai kredit, polis asuransi (termasuk perawatan jiwa dan jangka panjang, jika berlaku), kewajiban yang belum dibayar, dan komitmen filantropis.

Beberapa negara bagian akan memiliki hak khusus untuk pasangan baru, seperti di negara bagian properti komunitas di mana pendapatan, aset, dan utang yang terakumulasi selama menikah dianggap dimiliki bersama. Memiliki kejelasan mengenai isu-isu ini dapat membantu Anda berdua memahami implikasi finansial dari pernikahan saat ini dan warisan Anda.



Tip Finansial untuk Pernikahan di kemudian hari

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *